Jumat, 04 November 2011

Kecemburuan Sosial DI Dalam Sebuah Keluarga


Masalah sosial.. Masalah sosial merupakan masalah yang muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Sedangkan Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.

Masalah sosial dapat terjadi di mana saja dan pada siapa saja atau kelompok seperti apa saja. Kali ini, saya akan membahas mengenai masalah sosial yang terjadi dalam lingkup yang paling sederhana di dalam kelompok sosial, yakni di dalam sebuah “Keluarga”. Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak. Salah satu masalah sosial yang biasa terjadi di dalam sebuah keluarga adalah “Kecemburuan Sosial” antara Anak Pertama dengan Anak Kedua. Mengapa demikian? Hal ini dapat terjadi, karena biasanya menurut pengalaman beberapa orang, Anak pertama akan jauh lebih banyak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya dibandingkan dengan Anak Kedua. Entah Apa hal pasti yang mendasari orang berpersepsi seperti demikian?

Pada dasarnya, tidak ada orangtua manapun yang berpikiran untuk membeda-bedakan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anaknya. Hal ini dapat dibuktikan, jikalau mereka tidak menyayangi anak-anaknya untuk apa mereka merawat, menjaga, dan mendidik anaknya hingga besar dan menjadi pribadi yang lebih baik. Perbedaan kasih sayang yang terjadi, biasanya dikarenakan orangtua menginginkan hal yang terbaik untuk anak-anaknya khususnya “Anak Pertama”, karena jikalau anak pertama mereka bisa menjadi seseorang yang baik dan sukses, diharapkan anak keduanya dapat mengikiuti jejak atau langkah dari kesuksesan anak pertamanya. Tapi, sayangnya tindakan ini kerap kali disalah artikan oleh “Anak Kedua”.

Walaupun sampai benar-benar anak kedua masih merasakan perbedaan tindakan hal seperti itu, sudah barang tentu dia harus berbicara terbuka kepada kedua orangtua dan kakaknya (anak pertama). Hal ini dimaksudkan, agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang berujung dengan kecumburuan sosial antara Anak Pertama dengan Anak Kedua. Oleh karena itulah, komunikasi di dalam sebuah hubungan, bahkan dalam sebuah keluarga adalah merupakan hal yang wajib diprioritaskan, selain itu asas demokrasi berpendapat pun harus ikut di tanamkan dan dijalankan agar membuat hubungan antar anggota di dalam sebuah keluarga tersebut dapat tetap utuh, harmonis, saling menyayangi, menghargai, dan saling menghormati sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Demikianlah, pembahasan mengenai masalah sosial dalam lingkup keluarga, yakni kecumburuan sosial dalam taraf sederhana antara Anak Pertama dengan Anak kedua, yang biasa terjadi di lingkungan sekitar kita. Semoga dengan adanya pembahasan ini, bisa mebuat kita lebih berpikir postif terhadap orang lain sebelum kita mengetahui benar apa yang mereka lakukan atau perbuat terhadap diri kita.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://organisasi.org/definisi-pengertian-masalah-sosial-dan-jenis-macam-masalah-sosial-dalam-masyarakat

"Intan Trisakti" dimanakah kau ?

Intan Trisakti hanya meninggalkan sebuah nama bagi provinsi kalimantan selatan. memang dulu Intan Trisakti merupakan kebanggan bagi masyarakat kalimantan selatan, khususnya kota martapura. namun sekarang apalah arti dari sebuah sejarah penemuan tanpa ada hal yang dapat kita lihat dari bukti penemuan tersebut. tak seorang pun yang tau keberadaan pasti Intan Trisakti. Tak seorang pun yang dapat memperlihatkan bentuk asli Intan Trisakti, apakah bulat, lonjong, segitiga, atau kotak (segi empat). Intan Trisakti seakan lenyap tanpa jejak. saat ini masyarakat kalimantan selatan hanya bisa menerka bentuk Intan Trisakti dari cerita orang-orang terdahulu.

Intan Trisakti ditemukan pada tanggal 26 Agustus 1965 oleh sekelompok pendulang intan sebanyak 24 orang dibawah pimpinan H. Madslam. Lokasi penemuannya adalah di pendulangan intan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Banjar (sekarang Kota Banjarbaru), Kalimantan Selatan. Nama intan trisakti diberikan oleh Presiden Soekarno di Jakarta pada tanggal 2 September 1965.
Intan Trisakti merupakan intan terbesar yang pernah ditemukan pada saat itu, setelah perang dunia II. intan trisakti memiliki berat 166,75 karat. sampai saat ini intan trisakti merupakan intan terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia. Intan adalah suatu batu permata dari hasil galian tambang yang diperoleh dari hasil penambangan dan nilainya sangat berharga, seperti emas, atau logam mulia, lainnya, walaupun nilainya di bawah emas.

Menurut cerita orang terdahulu yang pernah saya dengar awal menghilangnya jejak intan trisakti karena pemerintah, entah intan tersebut di jual ke luar negeri atau menghilang secara gaib, semuanya menjadi misteri yang tak pernah terjawab. dulu sewaktu penemuan intan trisakti terdengar heboh dimana-mana, pemerintah langsung membawa intan trisakti tersebut.

Kabarnya intan trisakti tidak dijual oleh para penemunya, tetapi dipersembahkan kepada presiden soekarno. atas jasa bakti persembahan intan trisakti kepada presiden soekarno pemerintah berjanji akan memberikan balas jasa yang sepadan kepada H. Madslam beserta 24 orang lainnya. balas jasa yang diberikan pemerintah pada saat itu adalah ongkos naik haji untuk para penemu intan beserta keluarganya, dan pejabat yang terlibat.

Menurut saya seharusnya "Intan Trisakti" tersebut tidak di jual oleh siapapun atau kelompok apapun, sebaiknya di lestarikan saja dengan cara memamerkannya di museum tertentu yg memiliki keamanan yg baik.  Pendulang dapat apa dong kalo intannya hanya di pamerkan ? nah di sini seharusnya pemerintah turun tangan dengan membert balas jasa kepada para pendulang intan tersebut tanpa harus para pendulang berinisiatif menjualnya.ke seseorang ataupun kelompok tertentu bahkan negara sekalipun.

Sumber:

  http://tutorialtriktips.blogspot.com/2011/08/intan-trisakti-raib-tanpa-jejak.html



Jumat, 30 September 2011

Pengangguran Merajalela



Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang “Pengangguran”.  Kita pasti tidak asing dengan yang namanya “Pengangguran” bukan ?  Apalagi di Negara Indonesia yang kita cintai ini. Apa pengertian dari pengangguran itu sendiri?  Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Pengangguran tidak hanya melingkupi jenjang pendidikan SMA saja, tetapi saat ini sudah melebar permasalahannya hingga ke jenjang pendidikan S1 (Sarjana Strata 1). Jenjang pendidikan yang tinggi pun belum bisa menjamin seseorang akan hidup sejahtera dengan memiliki mata pencaharian yang baik untuk kehidupannya.
Sesungguhnya, permasalahan “pengangguran” ini, tidak semuanya karena kesalahan pemerintah, seperti yang selalu kita dengar dalam demo-demo yang selalu mengkritik dan menyalahkan pemerintahan akibat adanya masalah ini. Karena, kalau menurut saya diri kita sendiri pun harus ikut bertanggung jawab dalam meminimalisir tingkat pengangguran yang ada.
Salah satu tipsnya menurut saya adalah dengan cara, lebih memperbanyak keterampilan atau kemampuan lain diluar dari teori pendidikan yang kita dapat dalam suatu lembaga pendidikan resmi seperti sekolah atau kampus. Hal ini diperlukan agar, teori atau ilmu yang sudah kita dapat bisa kita praktekkan atau kita salurkan ke pada kegiatan yang postif, sehingga menghasilkan suatu pengalaman yang kelak suatu hari akan bermanfaat jikalau kita sudah lulus dari pendidikan formal yang kita jalani. Misalnya, kegiatan kursus kompuer, kursus bahasa inggris, dll.
Dengan begitu, saya meyakini bahwa dengan skill atau kemampuan lain tersebut akan membawa kita ke masa depan yang cerah ketimbang kita hanya menerima semua ilmu yang didapat tanpa merealisasikannya dalam kehipuan yang ada. Selain itu, pengangguran bisa kita kurangi tingkatnya, dengan menciptakan lapangan kerja baru, dengan menciptakan ide-ide kreatif yang belum pernah ada untuk dijadikan lapangan pekerjaan yang baru.
Demikianlah, pembahasan mengenai “pengagguran” dan tips atau cara mengurangi permasalahan tersebut menurut saya sendiri. Semoga bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk anda semua.. 


   

Sumber:
http://marshafitriani.blogspot.com/2010/09/masalah-sosial-pengangguran.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
http://organisasi.org/definisi-pengertian-masalah-sosial-dan-jenis-macam-masalah-sosial-dalam-masyarakat